Mengapa Virus lebih berkembang di Windows ketimbang di Linux?

Di Kantor setiap hari selain beraktifitas dengan pekerjaan administrasi pemerintahan saya juga bertugas sebagai admin jaringan, pekerjaan yang paling menjengkelkan adalah membersihkan virus komputer client di kantor yang notabene para pegawai disini taunya cuma bisa pake saja tapi untuk mengupdate antivirus saja nggak komit.

Tahun 2007 pernah saya meminta bantuan temen-temen mahasiswa IT STMIK dan UNMUL  untuk menginstal program anti virus dan membersihkan virus2 yang bersarang di komputer kantor gubernur kurang lebih 400 client.

Pertanyaan yang sering saya terima adalah Mengapa sudah di instal antivirus, virusnya tetap masih ada terus.

Jawabannya sebenarnya sangat simple Virus sangat mudah berkembang di windows karena Windows sudah banyak yang pakai jadi pembuat virus tentu saja ingin ketenaran, semakin banyak yang terinfeksi maka akan semakin tenar si pembuat virus. (contoh kasus virus sandra dewi, michael angelo) dll.

Berbeda di Linux, Varian linux terlalu banyak dan cepat berkembang (Ubuntu, Fedora, MAndriva, Redhat) dll sehingga capek membuat virus per distro.

Beberapa hal lain yang menyebabkan Virus sulit menyebar di Linux :

  • Disini saya mengambil contoh Distro Ubuntu, sekarang di Ubuntu selain kemudahan securitynya juga bagus, user sehari-hari bekerja bisa menggunakan sudo tanpa harus login sebagai root, jadi user bisa bekerja dengan aman.
  • Berbagai distro sekarang juga setiap default installnya sudah menutup port-port yang tidak penting sehingga celah-celah untuk ditembus semakin susah.
  • dan masih banyak hal-hal lainnya

Dengan menggunakan Linux, kita sudah secara efektif memblokir berbagai macam virus / trojan / spyware. Kita jadi bisa bekerja dengan tenang tanpa perlu memusingkan soal virus lagi. Sangat menyenangkan bukan ?

Tapi… masih ada tapinya… masalah migrasi linux di Instansi Pemerintah tidak semudah yang kita bayangkan, silahkan baca postingan saya sebelumnya tentang Beberapa Hambatan Migrasi ke Opensource.